Tabungan Emas Rotating Header Image

Menyimpan Emas

Investor harus mempertimbangkan dengan cermat masalah penyimpanan emas  dan keamanannya. Semakin besar jumlah emas yang dimiliki, semakin tidak aman disimpan dirumah. Bisa saja emas diasuransi atau disimpan di safe deposit box di bank, walaupun biayanya cukup besar. Hampir setiap cabang bank besar diberbagai kota menyediakan layanan tersebut dengan tariff sekitar Rp. 400 ribu sampai Rp. 1 juta per tahun. Selain untuk menyimpan emas, kotak harta itu juga dapat menyimpan ijazah, sertifikat, dan perhiasan lainnya. Investasi atau menyimpan emas bisa dilakukan dalam jangka pendek, tetapi harus lebih dari satu tahun karena biaya penyimpanan dan penyusutan. Ini peril agar profit yang diperoleh lebih maksimal. Selain itu, perlu pula memilih tempat yang menawarkan biaya simpan dan pembuatan yang paling ekonomis.

Dalam jangka panjang, sebaiknya tidak semua dana yang ada diinvestasikan dalam bentuk emas. Laba dari menyimoang emas bisanya tidak jauh dari tingkat inflasi (10-15%). Ada bentuk investasi lain yang lebih menguntungkan, misalnya properti. Diluar untuk tujuan investasi, kelebihan emas cukup likuid alias gampang dijual. Ada tiga kategori investasi menyimpan emas yang dapat dipilih :

  1. Simpan fisik
    Simpan fisikm biasanya untuk jangka panjang dengan resiko terkena cost storage. Varisi medianya bisa dalam bentuk batangan, koin, perhiasan. Emas berbentuk perhiasan kurang tepat untuk berinvestasi karena ada biaya pembuatan yang menyebabkan harga yang harus dibayar menjadi lebih tinggi. Perhiasan juga sifatnya subjektif, tergantung selera individu.
  2. Simpan Nilai
    Simpan nilai dikelola oleh pihak lain dan pemiliki memperoleh sertifikat yang sewaktu=waktu dapat dicairkan. Ini mirip dengan tabungan
  3. Simpan sekuritas
    Pemilik yang memegang sekuritas ini biasanya dipercayakan pada perusahaan terbuka atau perusahaan pertambangan yang memanfaatkan flukuasi harga emas dipasar.

Memanfaatkan fluktasi nilai emas bisa dilakukan dengan optimal dalam dua horizon waktu, yaitu :

  1. Pertumbuhan jangka panjang. Misalnya membeli reiksadana emas yang masuk ke saham-saham perusahaan produsen emas atau langsung membeli sahamnya.
  2. Keuntungan jangka pendek. Anda melakukan jual beli sekuritas dan derivative dengan underlying aset emas secara simultan untuk mendapatkan capital gain.

Dari kategori  investasi emas, yang baik untuk individu adalah simpan nilai atau dengan menyimpan emas atau tabungan emas. Anda tidak harus memegang barang secara fisik sehingga terhindar dari resiko kerusakan. Dari segi storage dan handling, menyimpang hard asset seperti emas relative beresiko dan mahal. Selain itu, penyimpanan emas yang kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna, apalagi kalau jatuh, penyok, atau tercuil bisa mengurangi harganya.

Saldo rekening tabungan emas atau menyimpan emas yang kita pegang disesuaikan denagn harga emas, lebih praktis. Nasabah dapat menikmati pertumbuhan emas layaknya menyimpan emas itu sendiri dan oembukaan rekening maupun setoran selanjutnya tidak harus dalam bentuk emas, melainkan dengan uang tunai saja.

Leave a Reply