Tabungan Emas Rotating Header Image

Tabungan Emas

Anda pasti pernah mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri bagaimana orangtua kita menyimpan kekayaan dalam bentuk emas. Setiap bulan dengan rajin mereka memiliki tabungan emas, yang sebagian besar berbentuk perhiasan. Hasilnya ternyata luar biasa karena setelah berumur lanjut mereka memiliki harta yang berlimpah. Maka tidak heran mereka mampu menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang bisa mengirim anak-anak mereka sampai ke perguruan tinggi, bahkan ada yang bisa mengirim anak-anaknya sampai ke luar negeri. Namun sekarang budaya menambung emas tersebut sudah  jarang kita lihat. Banyak faktir yang berpengaruh seperti pergeseran budaya dan gaya hidup. Padahal sampai saat ini, emas tetap menjadi alat tukar yang sangat likuid. Bahkan emas juga menjadi salah satu indicator untuk mengukur kekayaan sebuah Negara.

Sebelum berinvestasi melalui instrument lain, sebaiknya Anda terlebih dahulu melindungi nilai uang dengan cara membeli emas. Membeli emas sangat mudah dilakukan dan tidak rumit. Anda cukup mengunjungi toko emas besar dan sampaikan kepada mereka bahwa Anda berniat membeli emas atau logam mulia atau bisa juga langsung ke PT Aneka Tambang. Jangan membeli emas dalam bentuk perhiasan (seperti cincin, glang, kalung atau anting), karena tidak efektif dan berbiaya tinggi (ongkos bikin yang cukup mahal). Dalam membeli emas untuk tujuan tabungan emas mulailah dan belilah logam mulia dalam bentuk batangan dengan berat 25 gram, 50 gram dan 100 gram.

Investasi tabungan emas jauh lebih tangguh daripada Dolar Amerika. Setelah membeli emas batangan yang beratnya minimal 25 gram dari toko emas, mintalah sertifikat resmi dari Aneka Tambang (cocokkan nomor serinya) dan kuitansi (distempel) dari toko. Emas yang dibeli segera simpan dilemari besi atau di safe deposit box (SDB) bank tertentu, yang dapat Anda pergunakan juga untuk menyimpan :

  1. Surat akad nikah
  2. Akta kelahiran
  3. Akta jual beli rumah, tanah ruko, atau apartemen
  4. Surat pajak seperti pajak bumi bangunan, pajak penghasilan
  5. BPHTB (biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan)
  6. Sertifikat hak guna bangunan dan hak miliki dari aset tersebut
  7. Ijazah-ijazah
  8. Buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB)
  9. Perhiasan-perhiasan
  10. Dan lain-lain

Kelebihan berinvestasi menabung emas adalah dapat mengalahkan inflasi dan memperoleh capital gain saat kenaikan harga emas. Biaya pemeliharaan dan penyimpanan emas juga relative kecil, harganya standard an helas saat membelinya. Emas sangat likuid karena bisa Anda jual kembali kapan pun dengan mudah. Kekurangannya, tidak bisa diagunkan kepada bank, tidak bisa disewakan dan tidak dapat disusutkan untuk mendapatkan keringanan pajak.

Leave a Reply