Tabungan Emas Rotating Header Image

Keuntungan Investasi Emas

Terdapat beberapa keuntungan yang ketika kitamelakukan onvestasi pada emas. Beberapa keuntungan investasi emas yang mungkin Anda bisa pertimbangkan adalah untuk memulai suatu bentuk investasi emas sebagai berikut, emas tidak pernah mengalami inflasi. Perkembangan dari harga emas tidak pernah mempengaruhi dengan uang kertas ataupun juga uang logam. Nilai emas yang biasanya akan selalu tetap terjaga dan ketika terjadi inflasi, tentu saja harga emas ini makin melambung tinggi. Pada Negara maju biasanya emas merupakan jarring pengaman dari investasi. Pada uang kertas biasanya tidak memiliki nilai yang pasti. Mungkin masih Anda ingat zaman dahulu, sangat pentingnya uang seratus rupiah. Bahkan kala itu juga, uang sebesar itu bisa membeli bahan makanan. Sekarang uang seratus rupiah hampir tidak memiliki nilai, bahkan untuk membeli satu permen saja sudah tidak cukup.

Keuntungan investasi emas biasanya memiliki keuntungan tidak terikat dengan bunga. Berbeda dengan uangkertas, biasanya ems tidak bisa terikat dengan bunga. Sehingga jika terjadi suatu penambahan dari jumlah emas, sebuah Negara akan menjadi semakin kaya. Berbeda dengan uang kertas yang semakin banyak dicetak malah kemudian akan membuat harga-harga kemudian menjadi semakin tinggi. Investasi pada emas dengan membeli emas, baik emas batangan atau lantakan maupun emas dinar, kita bisa datang langsung ke toko emas, Antam, bank syariah, pegadaian, gerai dinr, atau juga bisa membeli melalui media online. Khusus untuk pembelian melalui internet, Anda perlu lebih waspada. Dan kenalilah dengan baik [ada situs-situs terpercaya yang bisa menyediakan layanan pada pembelian emas.

Keuntungan investasi emas salah satunya adalah persiapan bagi yang ingin pensiun. Bagi mereka yang mendekati usia pensiun, ada baiknya kita menyiapkan emas ebagai salah satu bagian dari investasi kita. Sebaiknya kita juga menyiapkannya 5-10 tahun sebelum masa pensium datang. Karna dari harga emas bisa tiba-tiba menjadi meroket tinggi pada sepuluh tahun ke depan. Tentunya jika Anda ingin melakukan bisnis dan berwirausaha emas kemudian bisa menjadi suatu modal yang bisa kita gunakan. Itu karena sifat emas yang tidak terpengaruh pada inflasi.

Tabungan Emas

Anda pasti pernah mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri bagaimana orangtua kita menyimpan kekayaan dalam bentuk emas. Setiap bulan dengan rajin mereka memiliki tabungan emas, yang sebagian besar berbentuk perhiasan. Hasilnya ternyata luar biasa karena setelah berumur lanjut mereka memiliki harta yang berlimpah. Maka tidak heran mereka mampu menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang bisa mengirim anak-anak mereka sampai ke perguruan tinggi, bahkan ada yang bisa mengirim anak-anaknya sampai ke luar negeri. Namun sekarang budaya menambung emas tersebut sudah  jarang kita lihat. Banyak faktir yang berpengaruh seperti pergeseran budaya dan gaya hidup. Padahal sampai saat ini, emas tetap menjadi alat tukar yang sangat likuid. Bahkan emas juga menjadi salah satu indicator untuk mengukur kekayaan sebuah Negara.

Sebelum berinvestasi melalui instrument lain, sebaiknya Anda terlebih dahulu melindungi nilai uang dengan cara membeli emas. Membeli emas sangat mudah dilakukan dan tidak rumit. Anda cukup mengunjungi toko emas besar dan sampaikan kepada mereka bahwa Anda berniat membeli emas atau logam mulia atau bisa juga langsung ke PT Aneka Tambang. Jangan membeli emas dalam bentuk perhiasan (seperti cincin, glang, kalung atau anting), karena tidak efektif dan berbiaya tinggi (ongkos bikin yang cukup mahal). Dalam membeli emas untuk tujuan tabungan emas mulailah dan belilah logam mulia dalam bentuk batangan dengan berat 25 gram, 50 gram dan 100 gram.

Investasi tabungan emas jauh lebih tangguh daripada Dolar Amerika. Setelah membeli emas batangan yang beratnya minimal 25 gram dari toko emas, mintalah sertifikat resmi dari Aneka Tambang (cocokkan nomor serinya) dan kuitansi (distempel) dari toko. Emas yang dibeli segera simpan dilemari besi atau di safe deposit box (SDB) bank tertentu, yang dapat Anda pergunakan juga untuk menyimpan :

  1. Surat akad nikah
  2. Akta kelahiran
  3. Akta jual beli rumah, tanah ruko, atau apartemen
  4. Surat pajak seperti pajak bumi bangunan, pajak penghasilan
  5. BPHTB (biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan)
  6. Sertifikat hak guna bangunan dan hak miliki dari aset tersebut
  7. Ijazah-ijazah
  8. Buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB)
  9. Perhiasan-perhiasan
  10. Dan lain-lain

Kelebihan berinvestasi menabung emas adalah dapat mengalahkan inflasi dan memperoleh capital gain saat kenaikan harga emas. Biaya pemeliharaan dan penyimpanan emas juga relative kecil, harganya standard an helas saat membelinya. Emas sangat likuid karena bisa Anda jual kembali kapan pun dengan mudah. Kekurangannya, tidak bisa diagunkan kepada bank, tidak bisa disewakan dan tidak dapat disusutkan untuk mendapatkan keringanan pajak.

Menyimpan Emas

Investor harus mempertimbangkan dengan cermat masalah penyimpanan emas  dan keamanannya. Semakin besar jumlah emas yang dimiliki, semakin tidak aman disimpan dirumah. Bisa saja emas diasuransi atau disimpan di safe deposit box di bank, walaupun biayanya cukup besar. Hampir setiap cabang bank besar diberbagai kota menyediakan layanan tersebut dengan tariff sekitar Rp. 400 ribu sampai Rp. 1 juta per tahun. Selain untuk menyimpan emas, kotak harta itu juga dapat menyimpan ijazah, sertifikat, dan perhiasan lainnya. Investasi atau menyimpan emas bisa dilakukan dalam jangka pendek, tetapi harus lebih dari satu tahun karena biaya penyimpanan dan penyusutan. Ini peril agar profit yang diperoleh lebih maksimal. Selain itu, perlu pula memilih tempat yang menawarkan biaya simpan dan pembuatan yang paling ekonomis.

Dalam jangka panjang, sebaiknya tidak semua dana yang ada diinvestasikan dalam bentuk emas. Laba dari menyimoang emas bisanya tidak jauh dari tingkat inflasi (10-15%). Ada bentuk investasi lain yang lebih menguntungkan, misalnya properti. Diluar untuk tujuan investasi, kelebihan emas cukup likuid alias gampang dijual. Ada tiga kategori investasi menyimpan emas yang dapat dipilih :

  1. Simpan fisik
    Simpan fisikm biasanya untuk jangka panjang dengan resiko terkena cost storage. Varisi medianya bisa dalam bentuk batangan, koin, perhiasan. Emas berbentuk perhiasan kurang tepat untuk berinvestasi karena ada biaya pembuatan yang menyebabkan harga yang harus dibayar menjadi lebih tinggi. Perhiasan juga sifatnya subjektif, tergantung selera individu.
  2. Simpan Nilai
    Simpan nilai dikelola oleh pihak lain dan pemiliki memperoleh sertifikat yang sewaktu=waktu dapat dicairkan. Ini mirip dengan tabungan
  3. Simpan sekuritas
    Pemilik yang memegang sekuritas ini biasanya dipercayakan pada perusahaan terbuka atau perusahaan pertambangan yang memanfaatkan flukuasi harga emas dipasar.

Memanfaatkan fluktasi nilai emas bisa dilakukan dengan optimal dalam dua horizon waktu, yaitu :

  1. Pertumbuhan jangka panjang. Misalnya membeli reiksadana emas yang masuk ke saham-saham perusahaan produsen emas atau langsung membeli sahamnya.
  2. Keuntungan jangka pendek. Anda melakukan jual beli sekuritas dan derivative dengan underlying aset emas secara simultan untuk mendapatkan capital gain.

Dari kategori  investasi emas, yang baik untuk individu adalah simpan nilai atau dengan menyimpan emas atau tabungan emas. Anda tidak harus memegang barang secara fisik sehingga terhindar dari resiko kerusakan. Dari segi storage dan handling, menyimpang hard asset seperti emas relative beresiko dan mahal. Selain itu, penyimpanan emas yang kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna, apalagi kalau jatuh, penyok, atau tercuil bisa mengurangi harganya.

Saldo rekening tabungan emas atau menyimpan emas yang kita pegang disesuaikan denagn harga emas, lebih praktis. Nasabah dapat menikmati pertumbuhan emas layaknya menyimpan emas itu sendiri dan oembukaan rekening maupun setoran selanjutnya tidak harus dalam bentuk emas, melainkan dengan uang tunai saja.

Menabung Emas

Menabung uang ternyata tidak seseksi dengan menabung emas. Ingat, inflasi terus terjadi dan selalu mengikis nilai uang Anda.Coba diingat, pada tahun 1997 uang Rp. 100 bisa buat bayar parker, lalu sekarang? Jangankan untukmembayar parker, membeli permen jenis tertentu saja tidak cukup. Sementara,emas itu anti-inflamasi, nilainya cenderung naik bahkan melambung tinggi. Solusinya adalah pindahkan tabungan Anda ke dalam bentuk emas. Sejarah peradaban manusia selama 5000 tahun telah membuktikan bahwan nilai emas tidak lekang zaman. Setiap tahunnya, nilai emas naik sekitar 23%, sementara infklasi yang terjadi dinegeri ini (menurut BPS) berkisar 7% tiap tahun. Artinya, nilai emas tetap aman dari pengaruh inflasi. Kalaupun terjadi, krisis moneter, nilai emas justru makin melambung tinggi. Inilah investasi yang sebenarnya. Yang pasti, jerih payah kita (terutama bagi orang gajian) akan terjamin tampa perlu khawatir apabila tergerus.

Emas sebagai sarana melindungi nilai ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang tua kita. Saat ini pun, emas masih menjadi salah satu portofolio aset dari para pengelola dana global (hedge fund). Komoditas emas dianggap sebagai aset yang terbebas dari resiko inflasi. Oleh karena itu, salah satu hal yang terbaik dalam menyimpan aset masa depan Anda adalah menabung emas. Bila terdapat indikasi akan adaya kenaikan laju inflasi atau kondisi perekonomian tidak menunjukkan pertumbuhan, para pengelola dana global itu akan melakukan pemidahan portofolio mereka dengan memborong emas. Dan itu yang mereka lakukan seperti saat perekonomian global lesi yang dipic kredit macet di maerika dan kenaikan harga minyak dunia.

Keuntungan dalam menabung emas atau menyimpan emas adalah :

  1. Investasi yg stabil dan terus meningkat nilainya
  2. Mengamankan nilai kekayaan dari gerogotan inflasi
  3. Perlindungan nilai aset dari gejolak nilai tukar rupiah
  4. Sarana praktis dan efektif untuk menabung emas dengan tujuan tertentu, misalnya naik haji.
  5. Sebagai cadangan untuk keperluan darurat
  6. Emas gampang dijual dan mudah digadaikan
  7. Bisa dimiliki dengan jumlah dana terbatas
  8. Memberikan prestise bagi pemiliknya.

Kerugian dalam menyimpan dan menabung emas adalah:

  1. Tidak memberikan dividen atau penghasilan rutin
  2. Ketika perekonomian stabil, kenaikannya cenderung lambat
  3. Tidak fleksibel dan tidak praktis.
  4. Sebagai perhiasan, terbebani ongkos pembuatan dari biaya susut.
  5. Memerlukan handling, biaya penyimpanan dan perawatan khusus.

Harga emas tidak pernah anjlok sampai 60 persen. Justru pada saat harga saham anjlok, harga emas menunjukkan gejala kenaikan. Mengapa? Sebab para investor mencari save heaven yang bisa menyelamatkan nilai kekayaanya. Kalau pasar saham hancur, bunga deporito tidak mungkin diatas inflasi, dan dolar AS terlanda spekulasi maka emas satu-satunya pilihan yang masuk akal.

Menuai Keuntungan dari Emas Simpanan

Sebaiknya, emas tidak dijual sampai kapan pun. Sebab komoditas ini harganya akan terus meroket dalam jangka panjang. Lagipula, siapa yang dapat menjamin bahwa negri kita selamanya terbebas dari krisis ekonomi? Bayangkan kalau uang kertas sudah tidak lagi bernilai, saham nilainya nol, maka emas simpanan kitalah yang akan menyelamatkan hidup kita.

Ini bukan berarti menjual emas adalah tindakan yang tidak rasional. Suatu ketika, kita harus menjual emas. Mungkin untuk kegiatan yang lebih produktif. Atau pada saat harga emas berada pada titik tertinggi dalam fluktuasi jangka pendek, sehingga kita harus melakukan aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek.

Sebelum menjual emas, carilah terlebuh dahulu informasi mengenai harga emas dan kecenderungan jangka pendeknya ke depan. Media massa selalu melaporkan perkembangan harga emas terbaru, sekaligus analisisnya terhadap kemungkinan perkembangan harga beberapa waktu mendatang. Kita juga bisa meneropong tren harga emas di internet, misalnya melalui situs Kitco, Goldprice, atau UBS Gold.

Setelah tahu persis pergerakan harga emas, barulah kita memilih tempat. Emas bersertifikat selalu diterima dimana pun. Emas 24 karat lebih mudah dijual daripada 18 karat. Emas dengan sertifikat akan lebih dihargai lebih tinggi. Perhiasan emas yang modelnya masih bertahan, juga akan lebih mudah dijual.

Usahakan untuk menjual kembali ditempat kita membeli sebelumnya, apalagi bila kuitansi pembelian masih ada. Jika ada perjanjian buy back guarantee, cobalah mencari informasi apakah harganya sudah terbaik. Bila ada tempat lain yang bersedia membeli dengan harga lebih tinggi, abaikan saja garansi itu. Jika menjual ke Logam Mulia Aneka Tambang, konon ada kemungkinan harganya sedikit lebih tinggi daripada di toko emas biasa.

Prosedur menjual emas sangat sederhana, mirip menukarkan uang di money changer. Kita tinggal membawa emas yang akan kita jual, kemudian pihak toko akan meneliti kadarnya. Setelah itu kita bisa menerima uangnya sesuai dengan harga yang berlaku saat itu. Masalahnya akan muncul pada saat harga emas berfluktuasi. Jika ini terjadi, mungkin ada perubahan harga antara jam sembilan pagi (pada saat toko buka) dan jam satu siang. Tapi biasanya, perbedaannya tidak terlalu besar.

Tips Membeli Emas

Ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan dalam membeli emas, baik batangan maupun perhiasan :
  1. Cari tahu mengenai informasi harga emas hari ini. Informasi ini bisa diperoleh dari internet, atau langsung bertanya dan membandingkan harga di toko-toko.
  2. Carilah dealer toko yang memiliki reputasi baik. Di Indonesia belum ada standarisasi emas. Untuk menentukan harga, peranan toko sangat dominan. Selain mencari toko yang memberi harga termurah, kita juga harus tahu reputasi toko tersebut. Emas yang kita beli di toko A, jika hendak dijual ke toko B, pasti harganya jatuh. Mengapa? Sebab, tidak ada standar karetase emas, sehingga peranan toko memainkan harga sangat besar.
  3. Perhatikan kualitas barang, terutama yang berbentuk perhiasan. Bila kita hendak membeli, kita harus membayar dua harga. Yaitu harga intrinsik (nilai emas itu sendiri) dan harga ekstrinsik (ongkos pembuatannya). Makin bagus kualitas barang, makin tinggi ongkos pembuatannya. Tapi jika kita hendak menjual, yang kita peroleh hanya nilai intrinsiknya. Ongkos pembuatannya tidak akan diperhitungkan.
Berikut beberapa tips dalam membeli emas:
  • Gunakan idle money (sisihkan sekian persen dari penghasilan rutin untuk membeli emas secara periodik).
  • Carilah informasi harga emas sebelum membeli atau menjual emas.
  • Tentukan apakah ingin memiliki emas perhiasan, emas batangan, atau koin emas. Pahami kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
  • Jika ingin membeli emas perhiasan, perhatikan tren maupun selera konsumen pada umumnya, baik di saat ini maupun kecenderungan ke depan.
  • Pilihlah penjual yang terpercaya dan berpengalaman.
  • Usahakan menawar ongkos jasa pembuatan (khususnya untuk emas perhiasan). Pada prinsipnya, ongkos itu bisa ditawar. Semakin berat emas yang akan dibeli, semakin fleksibel ongkos jasanya.
  • Belilah emas bersertifikat agar harganya tetap tinggi ketika hendak dijual.
  • Pilihlah penjual yang bersedia membeli kembali emas kita (buy back guarantee).
  • Jangan ragu meminta ujicoba kadar emas.
  • Simpanlah di tempat yang aman. Sebaiknya simpan di brankas besi atau safety deposit box.
  • Jika mengoleksi perhiasan, pilihlah yang bobotnya relatif kecil (misalnya 5-10 gram) agar lebih fleksible dan mudah dijual kembali.
  • Pantau terus perkembangan harga emas, terutama pada saat terjadi fluktuasi yang cepat dan tajam. Jualah pada harga tinggi, belilah pada saat harga rendah.
  • Usahakan tidak menjual emas karena terdesak kebutuhan yang bersifat konsumtif. Kalau terpaksa menjual, pilihlah koleksi lama yang telah memberikan keuntungan signifikan.